Pendekatan-Pendekatan Pembelajaran
Selain pendekatan berbasis
keilmuan, ada beberapa pendekatan lain yang dapat digunakan guru dalam proses
pembelajaran, di antaranya
(1) pendekatan berbasis genre/teks (Genre
Based Approach),
(2) pendekatan Contexstual Teaching and Learning (CTL),
dan
(3) pendekatan pendidikan matematika realistik (Realistic Mathematic
Education/RME).
Berikut uraian dari tiga macam
pendekatan pembelajaran.
a. Pendekatan Berbasis Genre (Genre Based Approach)
Pendekatan ini merupakan
pendekatan pembelajaran yang membantu siswa lebih kompeten berbahasa, mampu
berkomunikasi melalui penguasaan keterampilan berbahasa di antaranya dengan
kegiatan menyimak, berbicara, membaca, dan menulis.
Berikut uraian kegiatan
pembelajaran berbasis Genre/Teks (Roses
dan Martin, 2012).
Pertama, Membangun Konteks.
Tahap ini merupakan
langkah-langkah awal yang dilakukan guru bersama siswa untuk mengarahkan
pemikiran ke dalam pokok persoalan yang akan dibahas pada setiap pelajaran.
Contoh pembelajaran pada tahap
membangun konteks untuk matapelajaran Bahasa Inggris, yaitu guru menyiapkan
contoh-contoh teks report terkait teknologi yang akan dibahas, misalnya Electric
Torch, Fan Ceiling, USB Flash Drive atau yang lainnya. Contoh teks dapat
berupa teks otentik, teks modifikasi, teks adaptasi, teks buatan guru sendiri,
atau teks yang diberikan oleh para ahli pendekatan genre-based yang
relevan.
Kedua, Menelaah Model/Dekonstruksi teks.
Tahap ini berisi tentang
pembahasan teks yang diberikan sebagai model pembelajaran. Pembahasan diarahkan
pada semua aspek kebahasaan yang membentuk teks itu secara keseluruhan. Pada
tahap ini dikembangkan kemampuan berpikir kritis siswa melalui kegiatan
membahas serta menjawab pertanyaan-pertanyaan yang jawabannya tidak tertera
dalam teks, seperti siapa penulisnya, kepada siapa pesan dalam teks ditujukan,
di mana teks tersebut dapat ditemukan, dalam konteks apa teks itu dipakai,
apakah setiap teks atau setiap pernyataan yang ada dalam teks relevan dengan
kehidupan siswa, apakah setiap pernyataan yang ada dalam teks akan diterima
oleh semua pembaca, apakah yang dikatakan dalam teks relevan dengan pengalaman
siswa atau relevan dengan teks yang pernah dibaca sebelumnya oleh siswa terkait
topik yang sama.
Ketiga, Latihan Terbimbing (Joint construction)
Pada tahapan ini, siswa
berlatih menggunakan semua hal yang telah dipahaminya pada tahap sebelumnya.
Siswa melewati tahap brainstorming, drafting, revising, editing,
proofreading, dan publishing.
Keempat, Unjuk Kerja Mandiri (Independent construction)
Pada tahapan ini, siswa diberi
kesempatan untuk menulis secara mandiri, dengan bimbingan guru yang minimal,
hanya kalau diperlukan. Setelah menulis teks secara mandiri, siswa juga dapat
melakukan refleksi terkait apa yang telah ditulis atau yang dilakukan, atau apa
yang telah dipelajari selama pembelajaran, dan saat membandingkan teks yang
mereka tulis dengan teks yang ditulis oleh temannya. Siswa juga dapat
menceritakan kembali apa yang telah ditulisnya di depan kelas.
b.Pendekatan Contekstual Teaching and Learning (CTL)
CTL merupakan suatu proses
pengajaran yang bertujuan untuk membantu siswa memahami materi pelajaran yang
sedang mereka pelajari dengan menghubungkan pokok materi pelajaran dengan
penerapannya dalam kehidupan sehari-hari (Johnson,
2002: 24).
c.Pendekatan Pendidikan Matematika Realistik (Realistic
Mathematic Education/RME),
Pendekatan ini merupakan teori
pembelajaran matematika yang dikembangkan di negeri Belanda oleh Freudhenthal
pada tahun 1973, dengan dua pandangan pentingnya yaitu mathematics must be
connected to reality and mathematics as human activity. Karakteristik RME
adalah menggunakan konteks “dunia nyata”, model-model, produksi, dan kontruksi
siswa, interaktif dan keterkaitan (Treffers, 1991).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar