29 Juli 2018

Pendekatan Berbasis Keilmuan / Pendekatan Saintifik


Pendekatan Berbasis Keilmuwan merupakan pendekatan dalam pembelajaran yang sebenarnya sudah ada sejak lama, namun kembali menjadi ramai diicarakan di kalangan pendidikan Indonesia terutama setelah kemunculan kurikulum tahun 2013 yang lebih dikenal dengan sebutan K13.
Berikut ini adalah langkah-langkah kegiatan pembelajaran pada pendekatan berbasis keilmuan yang berdampak kepada pengalaman belajar sebagai bentuk hasil belajar.

Mengamati (Observing)
Mengamati dilakukan antara lain dengan membaca, mendengar, atau mengamati fenomena (melibatkan pemanfaatan panca indera)
Tumbuhnya ketelitian, kedisiplinan (berkaitan dengan pemanfaatan waktu), dan kesabaran siswa dalam melihat suatu konteks.

Menanya (Questioning)
Proses menanya dilakukan melalui kegiatan diskusi atau kerja kelompok untuk membangun pengetahuan faktual, konseptual, prosedural tentang suatu hukum maupun teori hingga berfikir metakognitif
Berkembangnya kreatifitas, rasa ingin tahu, dan kemampuan merumuskan pertanyaan untuk membangun critical minds

Mengumpulkan informasi/men coba (Experimenting)
Mengumpulkan informasi dilakukan melalui membaca, mengamati aktivitas, kejadian atau objek tertentu, memperoleh informasi, mengolah data, dan menyajikan hasilnya dalam bentuk tulisan, lisan, atau gambar.
Meningkatkan keingintahuan siswa dalam mengembangkan kreativitas dan keterampilan berkomunikasi, mengembangkan sikap jujur, teliti, toleransi, kemampuan berpikir sistematis, mengungkapkan pendapat dengan singkat dan jelas, serta mengembangkan kemampuan berbahasa yang baik dan benar.

Mengasosiasi (Associating)
Mengasosiasi dilakukan melalui berbagai aktivitas, antara lain; menganalisis data, mengelompokkan, membuat kategori, menyimpulkan, dan memprediksi/mengestimasi untuk menemukan keterkaitan satu informasi dengan informasi lainnya dan menemukan pola dari keterkaitan informasi tersebut, kemampuan menerapkan prosedur dan berpikir induktif serta deduktif dalam menyimpulkan
Mengembangkan sikap jujur, teliti, disiplin, taat aturan, kerja keras.

Mengomunikasikan (Communicating)
Mengomunikasikan dilakukan dalam bentuk kegiatan publikasi (menyampaikan hasil konseptualisasi) tentang pengetahuan, keterampilan, dan penerapannya dalam bentuk lisan, tulisan, gambar/sketsa, diagram, atau grafik.
Tumbuhnya sikap jujur, teliti, toleransi, kemampuan berpikir sistematis, mengungkapkan pendapat dengan singkat dan jelas, dan mengembangkan kemampuan berbahasa yang baik dan benar.

Dalam implementasinya kegiatan pembelajaran tersebut di atas harus dikembangkan menjadi pengalaman-pengalaman belajar. Kegiatan pembelajaran tersebut bukan rangkaian kegiatan yang semuanya harus dilaksanakan setiap pertemuan. Guru dapat memfokuskan kegiatan mana yang akan dibelajarkan, sesuai dengan kompetensi yang harus dicapai siswa. Penerapan pembelajaran dengan pendekatan keilmuan tersebut harus selalu dikontekstualisasikan dengan kompetensi, muatan, dan konteks pembelajaran, sehingga menghasilkan model-model pembelajaran yang lebih kaya dan bervariasi (customized models).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar