Pendekatan Berbasis Keilmuwan
merupakan pendekatan dalam pembelajaran yang sebenarnya sudah ada sejak lama,
namun kembali menjadi ramai diicarakan di kalangan pendidikan Indonesia
terutama setelah kemunculan kurikulum tahun 2013 yang lebih dikenal dengan
sebutan K13.
Berikut ini adalah langkah-langkah
kegiatan pembelajaran pada pendekatan berbasis keilmuan yang berdampak kepada
pengalaman belajar sebagai bentuk hasil belajar.
Mengamati (Observing)
Mengamati dilakukan antara
lain dengan membaca, mendengar, atau mengamati fenomena (melibatkan pemanfaatan
panca indera)
Tumbuhnya ketelitian,
kedisiplinan (berkaitan dengan pemanfaatan waktu), dan kesabaran siswa dalam
melihat suatu konteks.
Menanya (Questioning)
Proses menanya dilakukan
melalui kegiatan diskusi atau kerja kelompok untuk membangun pengetahuan
faktual, konseptual, prosedural tentang suatu hukum maupun teori hingga
berfikir metakognitif
Berkembangnya kreatifitas,
rasa ingin tahu, dan kemampuan merumuskan pertanyaan untuk membangun critical
minds
Mengumpulkan informasi/men
coba (Experimenting)
Mengumpulkan informasi
dilakukan melalui membaca, mengamati aktivitas, kejadian atau objek tertentu, memperoleh
informasi, mengolah data, dan menyajikan hasilnya dalam bentuk tulisan, lisan,
atau gambar.
Meningkatkan keingintahuan
siswa dalam mengembangkan kreativitas dan keterampilan berkomunikasi,
mengembangkan sikap jujur, teliti, toleransi, kemampuan berpikir sistematis,
mengungkapkan pendapat dengan singkat dan jelas, serta mengembangkan kemampuan
berbahasa yang baik dan benar.
Mengasosiasi (Associating)
Mengasosiasi dilakukan melalui
berbagai aktivitas, antara lain; menganalisis data, mengelompokkan, membuat
kategori, menyimpulkan, dan memprediksi/mengestimasi untuk menemukan
keterkaitan satu informasi dengan informasi lainnya dan menemukan pola dari
keterkaitan informasi tersebut, kemampuan menerapkan prosedur dan berpikir
induktif serta deduktif dalam menyimpulkan
Mengembangkan sikap jujur,
teliti, disiplin, taat aturan, kerja keras.
Mengomunikasikan (Communicating)
Mengomunikasikan dilakukan
dalam bentuk kegiatan publikasi (menyampaikan hasil konseptualisasi) tentang
pengetahuan, keterampilan, dan penerapannya dalam bentuk lisan, tulisan,
gambar/sketsa, diagram, atau grafik.
Tumbuhnya sikap jujur, teliti,
toleransi, kemampuan berpikir sistematis, mengungkapkan pendapat dengan singkat
dan jelas, dan mengembangkan kemampuan berbahasa yang baik dan benar.
Dalam implementasinya kegiatan
pembelajaran tersebut di atas harus dikembangkan menjadi pengalaman-pengalaman
belajar. Kegiatan pembelajaran tersebut bukan rangkaian kegiatan yang semuanya
harus dilaksanakan setiap pertemuan. Guru dapat memfokuskan kegiatan mana yang
akan dibelajarkan, sesuai dengan kompetensi yang harus dicapai siswa. Penerapan
pembelajaran dengan pendekatan keilmuan tersebut harus selalu
dikontekstualisasikan dengan kompetensi, muatan, dan konteks pembelajaran,
sehingga menghasilkan model-model pembelajaran yang lebih kaya dan bervariasi (customized
models).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar